bpm@untara.ac.id
|
Agenda
:
BEM FKIP DAN UNTARA GELAR ACARA DISKUSI DAN BEDAH BUKU, DENGAN TEMA “CINTA KEDUAKU BERLABUH DI UKRAINA”

BEM FKIP DAN UNTARA GELAR ACARA DISKUSI DAN BEDAH BUKU, DENGAN TEMA “CINTA KEDUAKU BERLABUH DI UKRAINA”

Universitas Tangerang Raya - BEM FKIP ( Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Universitas Tangerang Raya menggelar Diskusi dan Bedah Buku, dengan tema "Cinta Keduaku Berlabuh Di Ukraina" karya Prof.Dr.H. Yuddy Crishandi, SH,SE,ME, (Mantan Dubes Indonesia untuk Ukraina).

Pada acara tersebut hadir H.E. Dr. Vasyl Hamianin, Ph. D. ( Dura Besar Ukraina untuk Indonesia ), Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, S.H., S.E., M.E. (Penulis Buku Cinta Keduaku Berlabuh Di Ukraina ), Dr. Safrizal Rambe, S.IP, M.Si ( Editor ), Wakil Rektor 1 Untara Dr.Boby Reza, S.Kom., M.M, Wakil Rektor 2 Untara Dr.I Joko Dewanto, SE., M.M., M.Pd, Para Kaprodi Untara dan 200 Mahasiswa dan Mahasiswi Untara.

Dalam Sambutannya Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Dr.Boby Reza, S.Kom., M.M menyampaikan, "Saya mewakili Rektor Untara mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Dubes Ukraina untuk Indonesia dan nara sumber pada acara Diskusi dan Bedah Buku, Cinta Keduaku Berlabuh Di Ukraina Karya Prof.Dr.H.Yuddy Chrisnandi, SH,SE,ME, ini dapat dijadikan kesempatan buat mahasiswa dan mahasiswi dapat bertanya kepada narasumber, untuk menambah wawasan dalam menulis artikel".

Sementara itu Dubes Ukraina untuk Indonesia, H.E. Dr. Vasyl Hamianin, Ph. D menyampaikan, pesan kepada Dosen dan mahasiswa, "Semoga sehat selalu dan diriya juga ucapkan terima kasih kepada Universitas Tangerang Raya, saya bisa berkunjung disini, ini merupakan salah satu tujuan diplomasi, masa depan bangsa Indonesia ada di tangan mahasiswa dan mahasiswi sebagai generasi muda bangsa", pungkasnya.

Masih dikatakannya ada 3 hal yang harus kita perhatikan dalam hidup ini :
1. Kejujuran
2. Keberanian
3. Kemanusian

Kemudian Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, S.H., S.E., M.E. mengucapkan, "Yang melatarbelakangi saya untuk menulis buku ini adalah pengalaman tugas diplomatik yang bisa dijadikan pedoman bagi diplomat Indonesia saat menjalankan tugasnya suatu hari menjadi Dubes,".

"Dan juga komitmen kita untuk menegakkan nilai-nilai kemanusiaan karena perang di Ukraina merusak tatanan kehidupan dan menimbulkan kegetiran. Kedatangan Presiden Jokowi juga merupakan bukti bahwa Indonesia menyatakan sikap anti perang," tegasnya.

Dan ia juga mengatakan, buku tersebut merupakan buku ke-17 yang ditulisnya, dan selama jadi Dubes Ukraina ia sudah menulis empat buku.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, mahasiswa Untara sangat antusias mengikuti acara diskusi dan bedah buku hingga acara selesai.